Jumat, 15 Oktober 2010

Ruang Kota dan Pejalan Kaki

News publik :


19 August 2009 1,177 views No Comment

pejalankaki

Perkembangan Ruang Kota

Pernahkah anda memperhatikan perkembangan kota dimana anda tinggal ? Pembangunan di daerah perkotaan.. selalu menunjukan perkembangan yang pesat… Hari ini anda makan di warung favorit di pinggir jalan. Mungkin minggu depan anda kebingungan mencari warung itu, karena tempatnya sudah dikelilingi pagar seng setinggi dua meter, kabarnya di lokasi itu akan dibangun sebuah kantor berlantai tiga..

Mungkin anda pernah merasa kehilangan nostalgia..karena sekolah dimana dulu kita tinggal, kini telah bersalin rupa menjadi bangunan supermall yang mewah. Ya.. kondisi ini terjadi karena perkotaan dipandang sebagai lokasi yang paling efisien dan efektif untuk menjalankan kegiatan-kegiatan produktif dan roda perekonomian.. Kenyataan ini di satu sisi menyebabkan pesatnya laju pembangunan fisik. Di sisi lain menakibatkan penurunan kualitas lingkungan kota.

Penurunan Kualitas Lingkungan Kota ??

Seberapa sering anda kepanasan ketika berjalan di trotoar kota? Seberapa sering anda harus berjalan miring di trotoar karena harus berbagi ruang dengan pedagang kaki lima dan pejalan kaki lainnya? Pernahkah anda melihat orang dengan kursi roda di trotoar kota? Seberapa semerawutnya bangunan atau pertokoan di pinggir jalan? Seberapa tumpang tindihnya papan reklame di jalan-jalan kota anda?

Dan pernahkah anda merindukan sebuah tempat di tengah kota.. yang nyaman dengan taman yang tertata indah dan alami.. Dimana kita berekreasi bersama keluarga, berinteraksi, Atau bahkan hanya sekedar bersantai,
duduk-duduk sambil menikmati suasana sore.. Saya sendiri punya kerinduan yang besar untuk menikmati hal itu..

Penurunan kualitas lingkungan terutama disebabkan pertumbuhan fisik kota tidak seimbang dengan keberadaan kawasan ruang terbuka kota. Pada akhirnya timbul dilema antara kebutuhan ruang yang semakin luas dengan ketersediaan ruang terbuka yang terbatas dan semakin berkurang.

Indikatornya adalah permasalahan yang sering kita lihat dan alami sehari-hari….misalnya…
Bangunan didirikan terlalu dekat atau menempel ke badan jalan, mengambil jalur hijau, atau bangunan didirikan di atas badan saluran air.
Kurangnya pepohonan, taman, serta ruang terbuka publik hijau sebagai paru-paru kota, menjadikan kota kita terasa sumpek, panas, dan kurang nyaman..

Jalur pedestrian atau koridor pejalan kaki yang kurang terlindungi dan tidak menerus (kadang berebut ruang dengan pedagang dan area parkir) juga mengurangi keamanan dan kenyamanan berjalan kaki.

Selain itu, masih terdapat hambatan bagi mereka yang memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu (diffable), misalnya pengguna kursi roda atau kaum tuna netra.

Kurang tertatanya elemen lansekap pada ruang publik.
Yang termasuk elemen lansekap ruang terbuka kota misalnya: tempat duduk, taman dan pot bunga, lampu pedestrian, halte atau perhentian kendaraan umum, penanda kota seperti tugu, atau landmark lainnya, dll.
Atau bahkan sama sekali tidak anda dapati di kota anda?

Tanggungjawab siapa ?

Ya… itu adalah segudang permasalahan yang kita alami sebagai warga. Pemerintah kota yang berwawasan akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dengan keberadaan ruang terbuka publik dan area hijau (sebagai paru-paru kota) sangat berperan dalam menentukan wajah kota.

Tetapi perencanaan dan realisasi dari penataan ruang terbuka dan ruang hijau kota kadang sulit dilakukan. Penataan ruang kota sering berbenturan dengan kepentingan, terutama kepentingan ekonomi warga kota sendiri. Sungguh sulit apabila idealisme berhadapan dengan masalah perut yang keroncongan karena lapar.. Di sinilah letak pentingnya untuk kita..untuk meningkatkan kesadaran..

Bahwa kita punya hak memiliki kota
Bahwa kita pantas memiliki….
ruang terbuka kota yang indah, nyaman dan aman
Bahwa kita bisa berbagi ruang dengan pejalan kaki, pedagang, area parkir, dan sebagainya..

Pada akhirnya tanggung jawab terletak pada kita semua. Dimulai dari hal-hal kecil,
Membangun sesuai garis sempadan yang ditetapkan
Tidak sembarangan meletakkan papan reklame..
Tidak sembarang menebang pohon..
Untuk menjaga dan memelihara ruang kota,
paling tidak jangan merusaknya..

Bagaimana, setuju?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar