Rabu, 30 Juni 2010

Tanjung Jabung Barat Jelang Pilbub Tanjabbar

Tanjung Jabung Barat
Jelang Pilbub Tanjabbar
Rebutan Suara Ilir
Rabu, 30 Juni 2010 | 11:33 WIB


TUNGKAL, Daerah Ulu-Ilir merupakan kewajiban bagi calon bupati dan wakil bupati Tanjung Jabung barat yang bertarung 21 Oktober mendatang untuk menguasainya. Mengingat letak geografis Tanjabbar berada di dua kawasan besar.
Ini juga yang diamani masing-masing calon Bupati, sekaligus sebagai refresentasi domisili warga Tanjung Jabung Barat.
Jika beranjak dari jumlah pemilih tetap pada pemilihan gubernur 19 Juli lalu, jumlah penduduk yang berdomisi di Ulu sebesar 73.878 orang, meliputi Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Merlung, Muara Papalik, Renah Mendalu, Batang Asam dan , Tebing Tinggi.
Sedangkan di kawasan Ilir, terdiri dari Kecamatan Tungkal Ilir, Seberang Kota, Bram Itam, Pengabuan, Betara, Kuala Betara, dan Senyerang berjumlah 123.138 orang.
Melihat kuantitas jumlah pemilih tersebut, praktis saja masing-masing kandidat berupaya mencari pasangan yang memiliki keterwakilan dari dua wilayah besar di Tanjung Jabung Barat itu.
Seperti yang dilakukan bakal calon Bupati, Usman-Katamso. Kandidat ini yakin jika keterwakilan sangat menentukan. Usman berasal dari Ilir, Katamso Berasal dari Ulu, yakni Kecamatan Merlung.
Bagitupun pasangan Safrial-Yamin. Sama seperti lima tahun lalu, pasangan yang kemungkinan di usung PDIP telah membuktikan jika keterwakilan Ulu-Ilir mampu mengantar calon Incumbent ini sebagai pemimpin. Dimana Safrial dari Ulu, dan Yamin dari Ilir.
Fenomena ulu-Ilir juga diikuti sejumlah pasangan calon lainnya, yakni Kaswardi-Zulkarnaen. Kaswardi yang berasal dari Tungkal Ilir, berharap mendapat pasokan suara dari Zul, yang berasal dari Ulu (Desa Suban, kecamatan Batang Asam).
Lantas bagaimana kandidat yang hingga kini belum memiliki pasangan? Tentu saja akan mengikuti irama yang telah lama melekat di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan ini. Seperti yang dilakoni bakal calon Bupati, Suharsono.
Saat mendaftar dari jalur perseorang ke KPUD beberapa waktu lalu, pria asal Tungkal Ilir ini memastikan mencari pasangan yang berasal dari Ulu.
Tujuannya demi meraih suara yang seimbang antara Ulu dan Ilir. Namun belum diketahui pasti siapa orangnya.
Begitupun kandidat yang pernah menjadi calon Bupati Tanjabbar, Amir Sakib.
Lima tahun lalu, pria berkumis ini maju berpasangan dengan Ali Anfari, yang juga berasal dari Ulu. Hanya saja, meski menang mutlak di Ilir, namun tidak mampu menggungguli Safrial yang meraih suara maksimal di Ulu.
Calon Lainnya, Amin Abdullah saat berbincang-bincang dengan Tribun beberapa waktu lalu mengatakan, akan mencari pasangan yang berasal dari Ulu. Mengingat basis massanya berasal dari Ilir.
Keterwakilan Ulu-ilir memang diakui pengamat politik lokal, Tanjung Jabung Barat, Erdianto. Hanya saja, persaingan panas akan terjadi di Wilayah Ilir mengingat keberadaan masyarakatnya yang heterogen di banding wilayah ulu.
Pria yang juga merupakan Dosen Hukum di UNRI ini mengatakan, umumnya wilayah Ilir terdiri dari pelbagai suku, seperti Batak, Jawa, Bugis, Melayu, Banjar, dan sejumlah Suku lainnya.
Inilah alasannya mengapa konstelasi politik di Ilir lebih cair. Sementara di banding dengan Ulu, kondisi masyarakatannya lebih homogen, dimana umumnya warga berasal dari suku Melayu.
"Sudah pasti persaingan ketat di Ilir, karena masyarakatnya heterogen, sementara Ulu homogen. Tapi kalau kedua-duannya berasal dari ili, atau Ulu, kemungkinan tipis harapan untuk menang," katanya.
Tambahnya, setiap calon akan bekerja keras di wilayah mereka masing-masing. "Ilir itu bisa saja dimenangkan siapa saja, karena merupakan kota bersama. Tapi kalau Ulu, sepertinya faktor budaya dan emosional masih kuat, makanya setiap calon berusaha mencari pasangan dari Ulu," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar