Minggu, 28 November 2010

ORANG KUAT NEGARA KOMUNIS INI CERAMAHI PAKAR AMERIKA LATIN

News publik :



Menjadi orang di belakang layar rupa-rupanya membuat mantan Pemimpin Kuba Fidel Castro sedikit jengah. Makanya, tatkala kesempatan itu datang, Castro, kemarin, berbicara tiga jam lamanya di hadapan para pakar Amerika Latin.Sebagaimana warta Xinhua dan televisi pemerintah NNTV, Havana memang tengah menjadi tuan rumah forum diskusi bertajuk Amerika Latin dan Karibia. Castro, kata media-media itu, berbicara mengenai isu-isu terkait krisis ekonomi internasional, kemungkinan perang di Timur Tengah, serta kemungkinan integrasi negara-negara Amerika Latin.
Penyelenggara forum diskusi itu adalah institusi budaya Casa de las Americas. Para pakar yang hadir dalam kesempatan itu berasal dari Meksiko, Argentina, Venezuela, dan Spanyol.
Seusai undur diri lantaran sakit sejak empat tahun silam, Fidel Castro muncul kali pertama lagi di publik pada Juli 2010. Gaek berusia 84 tahun itu tak hanya meladeni wawancara dengan media massa. Ia juga berjumpa dengan tokoh-tokoh dari berbagai komunitas di Kuba. Seakan tak pernah padam semangatnya, Castro bahkan sempat menulis dua memoar tatkala dirinya ikut perang gerilya.

''KONDOM'' AKHIR NYA PAUS MEMPERBOLEHKAN PEMAKAIAN KONDOM

RADAR JAMBI: TONI.S


Paus Benediktus XVI mengeluarkan pernyataan, Sabtu (20/11/2010), mengenai penggunaan kondom. Ini menunjukkan terlihatnya perubahan sikap Gereja Katolik Roma soal penggunaan kondom.

Benediktus menyatakan bahwa penggunaan kondom dibolehkan atas beberapa kasus untuk mencegah penyebaran AIDS. Pernyataan ini dikeluarkan sebagai bentuk pembolehan pihak gereja, terutama sikap mereka selama ini yang menentang penggunaan alat kontrasepsi artifisial, termasuk kondom.

"Ada banyak kasus khusus ketika penggunaan (kontrasepsi) dibolehkan. Sebagai contoh, seorang prostitusi. Ini juga akan menjadi langkah awal dari sikap moral, yaitu tanggung jawab untuk menghidupkan kepedulian bahwa tak semua hal dibolehkan dan tak seorang pun boleh melakukan sesuatu sesuka hati mereka," kata Benediktus.

Analis Senior Vatikan dari CNN, John Allen, menyatakan bahwa komentar Benediktus ini tak mengubah kebijakan pejabat Vatikan. Namun, komentar tersebut menunjukkan sikap kepausan yang fleksibel terhadap kontrasepsi.

"Saya kira apa yang ingin dia katakan adalah, ketika seseorang menggunakan kondom, hal itu tidak akan mencegah lahirnya kehidupan baru, hal yang selalu menjadi perhatian bagi Gereja Katolik Roma. Namun, mencegah penyebaran penyakit adalah sesuatu yang lebih baik," urai Allen. Kemungkinan pergeseran pandangan Paus Benediktus XVI terhadap penggunaan kondom merupakan sebuah langkah maju yang signifikan dan positif, kata Direktur Eksekutif UNAIDS, Michel Sidibe, dalam sebuah pernyataan. "Langkah ini mengakui bahwa perilaku seksual yang bertanggung jawab dan penggunaan kondom memiliki peran penting dalam pencegahan HIV. Hal ini akan membantu dalam mempercepat revolusi pencegahan HIV," kata Sidibe, Sabtu (20/11/2010), sebagaimana dilaporkan CNN, Minggu.

Gereja Katolik Roma secara tegas menentang kontrasepsi artifisial, termasuk dengan menggunakan kondom. Paus Benediktus menuai badai protes tahun lalu ketika ia menentang penggunaan kondom sebagai cara untuk mengendalikan AIDS dalam sebuah kunjungan ke Afrika, benua yang paling terpukul oleh penyakit tersebut. "Anda tidak bisa menyelesaikan masalah AIDS dengan mendistribusi kondom," kata Paus kepada wartawan pada Maret 2009. "Sebaliknya, (pendistribusian) itu meningkatkan masalah."

Namun, dalam suatu komentarnya yang dipublikasikan pada hari Sabtu, Paus menguraikan kemungkinan pengecualian dalam penggunaan kondom. "Mungkin ada kasus-kasus khusus yang dapat dibenarkan, misalnya ketika seorang pelacur menggunakan kondom, dan ini dapat menjadi langkah pertama menuju suatu sikap moral, asumsi pertama tentang tanggung jawab, untuk membangun kembali kesadaran akan fakta bahwa tidak semua diperbolehkan dan bahwa seseorang tidak bisa melakukan semua yang diinginkannya," kata Benediktus. "Namun, ini bukan cara yang benar dan tepat untuk mengalahkan HIV." Paus menambahkan, seksualitas yang humanis tetap merupakan metode terbaik.

"Apa yang membuat (pernyataan Paus) ini punya nilai berita adalah bahwa dia berbicara tentang pengecualian. Sebelumnya tidak ada pengecualian sama sekali," kata James Martin, seorang imam Yesuit dari New York dan penulis.

Pernyataan Paus Benediktus itu mungkin merupakan pertanda tentang pergeseran sikap Gereja Katolik Roma dalam masalah ini. Surat kabar resmi Vatikan mengutip pernyataan Paus tersebut, yang merupakan bagian dari sebuah buku yang akan diterbitkan dalam minggu ini. Buku berjudul Light of the World: The Pope, the Church, and the Signs of the Times itu ditulis wartawan Jerman, Peter Seewald, dan diterbitkan Ignatius Press.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyambut baik pernyataan Paus Benediktus XVI soal kondom. "Pernyataan Paus senada dengan upaya untuk mencegah infeksi virus HIV," kata Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat berbasis di Manila, Dr Shin Young-soo.Menurut catatan Young-soo seperti dikutip Xinhua pada Kamis (25/11/2010), masyarakat di Asia Pasifik rentan terinfeksi virus HIV lantaran masih memiliki sedikit pemahaman soal penggunaan kondom saat berhubungan seks. Ada sekitar 1,4 juta warga kawasan ini yang terinfeksi. Angka ini hasil dari lonjakan lipat dua dalam sepuluh tahun terakhir.
Lalu, kata Young-soo, tiap tahun di kawasan ini ada 150.000 orang terinfeksi virus HIV. "Di Asia, hampir 20 persen dari pekerja seks komersial dan 30 persen pria yang melakukan hubungan seksual sejenis terinfeksi virus HIV," demikian Dr Shin Young-soo.

ANANDA MIKOLA DAN MARCELLA ZALIANTY MENIKAH CAK NUN SAKSI NYA

RADAR JAMBI: TONI.S



Budayawan ternama Emha Ainun Najib, yang biasa disapa Cak Nun, akan menjadi saksi untuk akad nikah artis peran dan model Marcella Zalianty dengan pebalap Ananda Mikola.Akad nikah mereka akan diadakan di Jakarta pada 29 November 2010. Ibu Marcella, artis peran Tetty Liz Indriaty, menerangkan bahwa Cak Nun akan menjadi saksi dari pihak keluarga mereka. "Insya Allah, saksi dari keluarga akan diwakili oleh Cak Nun," ujar Tetty di Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Tetty mengatakan, ia dan keluarganya kini tengah menyiapkan acara pernikahan Marcella-Ananda. Saking sibuknya, dia sampai susah tidur menantikan Marcella dan Ananda mengucap ijab kabul. "Tinggal tunggu waktu saja, kok. Ya, persiapan seada-adanya, kok, dan saya sampai enggak bisa tidur," akunya.

DI TINGGAL SANG OMA SELAMANYA ''CINTA FITRI AKAN HAMBAR''

RADAR JAMBI: TONI.S



Para penggemar sinetron yang tak ada putus-putusnya Cinta Fitri bisa jadi akan kehilangan hiburan segar setelah kepergian si Oma yang diperankan artis kawakan Ida Kusumah. Ia meninggal dalam perjalanan dari lokasi syuting di Cinere ke rumah sakit, Kamis (25/11/2010).Tidak bisa dipungkiri, kehadiran artis kawakan seangkatan Connie Sutdja itu mampu membuat para penggemar Cinta Fitri terhibur dan terwakili emosinya dalam menghadapi si jahat Mischa. Betapa tidak, dialah satu-satunya tokoh di keluarga besar Pak Darmawan yang berani melawan dan bahkan kerap menghajar Mischa, tokoh yang sepertinya tak ada matinya.
Dalam setiap tayangannya yang berlangsung hampir satu setengah jam setiap malam itu, tokoh Oma memang selalu ditunggu para penggemarnya, karena dialah satu-satunya tokoh yang selalu curiga dan membuat Mischa tak berdaya.
Kehadiran Oma Ida Kusumah itu sepertinya mewakili kegeraman para penggemar Cinta Fitri terhadap tokoh Mischa yang oleh produsernya sengaja dibuat tidak bisa tersentuh hukum. Betapa tidak, berkali-kali Mischa bersekutu dengan tokoh lain di dalam keluarga Pak Darmawan, berkali-kali juga kejahatannya nyaris terbongkar, tetapi dia selalu selamat dan bahkan terus merencanakan kejahatan baru, baik terhadap Farel maupun Fitri dan anaknya.
Nah, setelah Si Oma menghadap Sang Khalik, apakah Cinta Fitri masih menarik ditonton? Apakah Mischa akan semakin merajalela melaksanakan segala nafsu jahatnya tanpa ada yang menghalangi?
Semua tergantung produser yang akan mengarahkan cerita tak masuk akal tetapi membius pemirsa, dari ibu-ibu di gedongan, pelajar dan mahasiswi, hingga pembantu rumahtangga (PRT). Eh maaf, pekerja di dalam rumahtangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar