Minggu, 28 November 2010

AMALAN PENOLAK PELET PENGASIHAN WAJIB DI BACA WANITA

News publik :


Bila Anda merasa terkena , maka lakukan amalan penolak pelet pengasihan

BAHAN:

(1). Foto atau bila ada sediakan beberapa helai rambut, potongan kuku, kulit ketombe seseorang atau beberapa orang yang tergila-gila dengan Anda
(2). Kertas dan pensil

(3). Lima lilin merah

(4). Beberapa helai rambut, potongan kuku, kulit ketombe Anda sendiri CARANYA:

Di atas selembar kertas tulis alasan mengapa Anda ingin memutuskan ikatan persahabatan yang tidak diinginkan ini. Tulis nama seseorang atau beberapa orang yang tergila-gila pada Anda dan mementingkan dirinya sendiri.

Ambil bagian tubuh Anda dan dia serta tempatkan di tengah kertas dan kemudian lipat kertas. Nyalakan lima lilin merah secara melingkar dan bakar kertas di atas lima lilin itu tepat di tengah lingkaran lilin itu< Ucapkan mantra berikut:

”YANG INGIN MEMILIKIKU, NAFSUMU AKAN MENYAKITI DIRIMU SENDIRI. DENGAN KEBAKARAN GAIB INI, AKU MEMBAKAR KEINGINANMU DAN AKU MENGUNCI PINTU SUCIKU.

Setelah kertas terbakar oleh lima cahaya lilin merah, bayangkan mereka bertindak sebagai pembawa gairah serta menjadi penjaga Anda. Tiup setiap lilin ketika Anda siap untuk menyegel peletnya.

CATATAN:

Amalan ini dilakukan jika Anda benar-benar terganggu oleh seseorang yang tergila-gila dan dicurigai menggunakan ilmu pelet pengasihan.

MENGENAL PELET LEWAT ASAP ROKOK HATI-HATI CEWEK

RADAR JAMBI

Amalan ini berguna untuk menjadikan lawan jenis mencintai anda.

Caranya :

* Sediakan sebatang rokok

* Lakukan solat hajat 2 rokaat

* Bacakan ayat 84 surat An Nisa dimulai dari 'ASALLAAHU AYYAKUFFA ....dst. Bacakan

sebanyak 41 x

* Setiap dapat 1 x bacaan, tiup ke rokoknya. Jadi ada 41 x tiupan

* Gunakan rokok tersebut untuk dibakar dan asapnya agar diarahkan ke si dia agar si dia
menghirupnya.

Jika si dia menghirupnya, maka si dia akan jatuh cinta kepada anda

SALAH SATU MANTRA ILMU PELET'' HASIL NYA KASIH TAU ADMIN

RADAR JAMBI
[kendi.jpg]



Aji pengasihan Jaka Burba merupakan ilmu yang sangat ampuh didalam menggaet seseorang. Apalagi bila gadis yang diincar itu menghina anda. Dengan mudah anda dapat menundukkan keangkuhan gadis tersebut, sebab aji Jaka Burba akan lebih mudah merasuki jiwa gadis tersebut.


Syara-syarat untuk memperoleh aji ini adalah :
Puasa mutih selama 7 hari 7 malam. Setelah itu anda harus ngeluwang. Sehabis puasa dan ngeluwang sediakan kembang setaman di dalam kamar anda.


Bacalah mantranya sbb :




"Bismilah.......

Niat ingsun mutih sejatine eling sira
Layang-layang sukma dadiya rewang
Jaka Burba sira tangiya
Duweya iman sing sarengat
Lumumpata kayu mati, ndelika marang kayu badati
Tak pecutake sira kudu katut
Tak seblaake marang jabange.....(sebut namanya)
Nurut marang ingsun, ingsun pandeng ngleleng
Ingsun tinggal kangen Ingsun Cedhaki dhemen...."

''ILMU PELET'' DAN PETUNJUK CARA MENANGKAL NYA

RADAR JAMBI

Petunjuk Pembuatan Ajimat


Segala macam tulisan / simbol / Rajah / Asma’ suci yang ditulis untuk dijadikan sebagai azimat (jimat) pasti ada syaratnya. Artinya tidak sembarangan menulis. Dalam sepengetahuan saya, para spiritualis dan guru mistik mempunyai cara dan syarat yang berbeda-beda dalam menulis Rajah sebagai azimat. Tapi syarat yang penting adalah keyakinan dan kemampuan menjalin energi ghaib. Yang bisa didapat dengan jalan ber-meditasi, tapa, tirakat, puasa atau dengan berbagai lelaku lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan Tatacara menulis yang baik sesuai kaidah penulisan Rajah.

Berikut ini saya jabarkan salah satu teknik cara menulis Rajah yang telah kami praktekan selama ini.
Kaidah penulisan Rajah sebagai Azimat

  1. Bersuci baik badan, pakaian maupun tempat (bersih). Untuk mensucikan badan dengan cara mandi keramas (jinabat) dengan niat untuk menghilangkan hadast besar dan lakukan wudhu untuk membersihkan hadast kecil.
  2. Selama proses pembuatan ajimat tidak diperbolehkan bicara (diam/khusyuk) kecuali ada doa khusus yang harus dibaca.
  3. Nafas harus cepat keluar lewat lubang hidung sebelah kanan atau bisa dengan tahan nafas.
  4. Sebisa mungkin lafal Rajah ditulis secara benar (sesuai aslinya) dan rapi. Bila huruf tersebut berlubang maka harus ditulis berlubang. Mengikuti kaidah penulisan Rajah.
  5. Memakai wewangian. Biasanya memakai zakfaron, misik, air mawar untuk campuran tintanya. Namun ini bukan syarat mutlak, karena memang ada beberapa jenis Rajah yang mensyaratkan memakainya tapi ada juga jenis rajah yang tidak perlu memakai campuran minyak wangi.
  6. Pena yang digunakan adalah bisa pena biasa (bolpoint), spidol, atau pena yang dibelah ujungnya (seperti gambar dibawah ini). Disesuaikan dengan jenis Rajahnya.
Gambar. Bentuk Pena belah ujung
Pemilihan Waktu Terbaik Membuat Azimat

Untuk pemilihan waktu pembuatan ajimat, tergantung dari jenis ajimat yang akan dibuat. Misalnya Jenis ajimat keselamatan, pagar ghaib, perlindungan, hari yang baik adalah malam Jumat (Kliwon).
Untuk jenis ajimat kerejekian, pelarisan usaha dan sejenisnya, dibuat pada hari Kamis (Legi).
Untuk jenis ajimat pengasihan dan kasih sayang, dibuat pada hari Kamis atau Selasa (Kliwon). Dan lain-lain, intinya semua disesuaikan dengan jenis ajimatnya.

Dikarenakan harus disesuaikan dengan waktu, maka pembuatan ajimat memang tidak bisa dibuat setiap hari. Ini seperti halnya dalam Mantra-Aji Jawa, telah ditentukan harinya untuk memulai ritual/puasanya. Misalnya Ajian Bandung Bondowoso, ritualnya Nglowong yang dimulai hari Sabtu Kliwon. Ajian Kulhu Sungsang, ritual Patigeni dimulai hari Selasa Kliwon dsb. Jika menulis rajah tidak dijadikan sebagai ajimat, misalnya hanya untuk terapi penyembuhan (rajah direndam dalam air) maka rajah tersebut bisa ditulis kapan saja saat membutuhkannya.
Arah Pandangan
Bagi saya arah pandangan yang terbaik saat membuat ajimat adalah menghadap kiblat. Karena semulia-mulia arah adalah Qiblat. Namun tidak mutlak selalu demikian, disesuaikan dengan jenis rajah dan kondisinya.
DOA-DOA
  1. Sebelum melakukan penulisan rajah diawali membaca doa ini 3 x: “Bismillahir rohmanir rohim. Qul uhiya ilay’ya anahustama’a nafarun minal jinni wa bihaqqi Kaf Haa Yaa Aiin Shood wa bihaqqi Haa Miim AiinSiin Qoof”
  2. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan meditasi sejenak (menjalin energi ghaib) setelah itu baru dilakukan penulisan rajah.
  3. Rajah yang telah selesai ditulis kemudian dillipat dan dibungkus dengan kain lapis 7, agar tidak mudah rusak dan kotor apabila dibawa-bawa.
Saat akan melipat atau membungkus Rajah bacalah :
  • Surat Al fatihah (1x)
  • Innaa fatahnaa laka fat’ham mubiinaa (3x)
(Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata)
  • Nasrun minallahi wa fat’hun qoribun, wa bas’syiril mu’miniin (3x)
(Artinya: Pertolongan dari Allah dan kemengan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman)
  • Allohuma sholi ala sayidina muhammadin (3x)
(Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmatmu kepada junjungan kami Muhammad)
  • Astagfirullah hal ‘adhim (3x)
(Artinya: Aku memohan ampun kepada Allah Yang Maha Agung)
  • Laa illaaha illaallah (3x)
(Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah)
  • Inna taqorruban ilallohil aliyyil adhim (3x)
(Artinya: Bahwasanya ini merupakan taqorrub kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)


Demikian Tatacara pembuatan ajimat. Memang dalam pandangan sebagian orang, cara ini terkesan ribet, tidak praktis, harus menunggu hari-hari tertentu. Namun demikianlah tuntunan ilmu yang kami amalkan, jadi ini bukan sekedar teori seperti dibuku-buku mujarobat. Dengan dasar intuisi yang kuat (semacam ilham) dan kewaskitaan (Visi) maka pembuatan ajimat menjadi tidak sulit.

Sebagai gambaran seperti berikut: Saya pribadi membuat ajimat bukan karena kemauan sendiri, tapi karena intuisi (orang biasanya menyebut: ilham) yang dihadirkan dalam diri ketika terjaga atau mimpi, yang menuntun untuk membuat ajimat dihari sekian, tanggal sekian. Dan beberapa hari kemudian setelah ajimat selesai dibuat, datanglah orang yang membutuhkannya. Saat itulah saya berikan ajimat tersebut. Ini hanya sekedar contoh, tidak selalu melulu seperti itu.
Dengan tuntunan dari ilham dan visi inilah maka tidak ada azimat rajah yang dibuat dengan sia-sia. Artinya sia-sia: tidak pernah digunakan, hanya mengganggur disimpan dalam lemari dan akhirnya malah dikeramatkan. Ini yang berbahaya (syirik). Jadi membuat azimat/rajah itu hanya ketika diperlukan saja, baik untuk diri pribadi atau orang lain yang membutuhkan disaat yang tepat.

Ketika azimat tidak lagi diperlukan, jangan membuangnya, tapi musnahkanlah dengan cara dibakar sampai jadi abu. Karena bila dibuang ditempat sampah, hal tersebut dianggap merendahkan asma suciNYA. Tidak selayaknya lafal asma suciNYA terbuang ditempat kotor.
Bagi saya, Azimat / rajah hanya sekedar sarana, daya dan kekuatan tetap dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mulai dari sini kita akan semakin menyadari, bukan hanya sekedar tahu, salah satu keagungan dari asma suciNYA.

Jika mendengar nama pelet pasti tidak asing dengan istilah aji pengasihan dan susuk, memang istlah istilah tersebut kental dalam ilmu perdukunan, dengan semakin berkembangnya zaman ilmu pelet dalam dunia dukun pun ikut berkembang, sekarang namanya bukan dukun lagi tetapi sebut saja dengan paranormal, kan lebih modern kedengarannya.Ilmu pelet itu merupakan ilmu ajian untuk menarik perhatian lawan jenis, tapi kebanyakan hanya dipakai oleh wnita muda saja.

Persyaratan yang dibutuhkan ternyata lumayan mudah, kita hanya perlu membayar beberapa juta kepada sang paranormal agar susuk dipasang ke bagian tubuh kita, bisa pada bagian bibir, mulut ataupun juga dahi, proses pemasangan akan ditanya terlebih dahulu, pilih yang saikit atau tidak? untuk yang tidak sakit maka bayaran akan lebih mahal, da setelah terpasang susuk berliannya memang ternyata tidak sakit ( menurut kesaksian para pemakai ilmu pelet atau susuk )
Pilihan yang disediakan oleh para dukun ternyata beraneka ragam, sep[erti toko, ada berlian emas dan juga barang berharga lainnya untuk dipasang di dalam tubuh kita, harga dari masing masng susuk beraneka ragam terhgantung kemantaban dan manjurnya susuk tersebut, susuk atau ilmu pelet hanya dipakai oleh para wanita yang kurang percaya diri dengan kondisi tubuhnya saat ini, padahal jika tubuh terus dirawat dan dilatih akhirnya kecantikan dan kemolekan akan tampak dengan sendirinya kok

Kisah nyata dari tetangga yang menggunakan ilmu pelet, setelah suia mencapai umur sembilan puluhan ternyata tidak bisa mati juga, karena mengaam sakaratul maut yang terlampau lama akhirnya memanggil paranormal untuk mengambil susuk yang tertanam di tangan mbah tersebut, setelah satu hari susuk dicabut maka mbah tersebut meninggal dunia dan dikuburkan di tempat pemakaman terdekat
nah ini Jenis Jenis Ilmu Pelet dan cara menghindarinya :
Kemaren saya pernah memposting tentang jenis ilmu pelet dan cara menghindarinya, hari ini akan saya tulis kembali jenis ilmu pelet yang lebih berbahaya dan cara-cara menhindarinya . tapi Sebelumnya saya mau menjelaskan , setiap ilmu pelet berlaku apabila si pelaku sudah mengenal korban, dan tidak bisa buat orang yang tidak di kenalnya.

1. Ilmu pelet yang berada di makanan, ini temasuk yang paling bahaya dan jika udah termakan dengan makanan yang telah di beri jampi-jampi pelet itu , maka si korban sulit di sembuhkan dan sifatnya mengakar dalam diri, biasnya para pelaku pelet ini sengaja memberi suatu makanan ( bisanya kue-kue atau nasi ) di sebabkan sesuatu, entah karna iya terlalu cinta , atau karena pernah sakit harti, atau juga . cara untuk menghindari ilmu pelet ini, hindari makanan yang di berikan seseorang yang pernah kita sakiti, atau yang lagi mengejar-ngejar kita, atau ikuti kata hati anda, bisa juga dengan jalan setiap kali ada seseorang yang memberi sesuatu yang tidak biasa , kita ajak beberapa teman bersama menikmati makanan yang di berikan, karena dengan begitu ilmu peletnya akan memudar.

2. Ilmu pelet melalui air ludah si korban , ini ilmu pelet yang luar biasa hebatnya . ilmu pelet ini banyak di miliki orang mantang (suku laut ) dan sangat sulit di obati, yang saya dengar sekarang ilmu ini sudah merambah kemasyarakat yang bukan suku laut lagi (seperti kita) . cara menghindarinya , jangan pernah melakukan penolakan atau membenci seseorang dengan jalan meludahi dia entah itu karena kita kesal atau apalah lakukan hal yang wajar-wajar saja .

3. Ilmu pelet yang berasal dari tubuh korban , baik itu rambut, kuku, celana dalam , kotoran, biasanya dengan jalan diasapi, atau disimpan dalam wadah sesuatu tempat dll oleh si pelaku . cara menghindari ini, jangan sepelekan barang-barang pribadi kita berserakan di tempat-tempat yang bisa diambil orang , kalau bekas potongan rambut kita baik di salon atau dirumah , itu tidak masalah karena tidak begitu berbahaya dan tidak bisa dijadikan bahan untuk memelet ,yang bisa jadi bahannya Cuma rambut yang bisa si pelaku cabut sendiri dari kepala kita .

4. Yang keempat masih dalam pencarian, saya masih belum sempat bertanya-tanya dengan para tetua dan saya rasa beberapa info ini sudah cukup mewakili jenis-jenis ilmu pelet yang ada di kota saya ini, semoga tulisan ini ada manfaatnya buat para pembaca , terutama buat para generasi singkep selanjutnya.

5.Asal Usul Pelet Marongge Sumedang
Pelet Marongge memang dahsyat dan selalu diburu orang yang memerlukan. Pelet ini diyakini paling ampuh dalam memikat asmara lawan jenis. Ritual memperoleh pelet Marongge pun unik. Yakni dengan ziarah di makam Mbah Gabug, lalu berendam di Sungai Cilutung dan membuang pakaian dalam.
Ilmu pelet adalah ilmu yang sering diburu orang. Diantaranya oleh mereka yang sulit bertemu jodoh, usaha selalu rugi dan peruntungan negatif. Dan ilmu pelet Marongge, lebih dikenal sebagai pemikat asmara. Ilmu pelet ini didasar ilmu yang berasal dari Ajian Si Kukuk Mudik, milik Mbah Gabug yang terkenal pilih tanding.
Bila ditelusuri lebih jauh, Ajian Si Kukuk Mudik berasal dari legenda keramat Marongge. Marongge sendiri sebenarnya nama sebuah desa di Kecamatan Tomo, Kab Sumedang. Lokasinya di sebuah bukit yang berada di jalan raya Tolengas dan Cijeungjing, berbatasan dengan Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka dan juga dekat bendungan Jatigede.

Menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak yang cukup menanjak. Seratus meter kemudian terdapat kompleks pemakaman umum Desa Marongge. Di dalamnya terdapat tiga bangunan. Salah satunya paling dikeramatkan karena diyakini kuburan karuhun sebagai ujung dari asal-usul ilmu pelet Marongge. Tiada lain adalah makam Mbah Gabug, Mbah Stayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah.
Setiap hari selalu saja ada yang berziarah ke lokasi ini, kecuali Selasa. Peziarah tampak membludak bila malam Jumat kliwon tiba. Saat itulah ritual nyacap ajian ilmu pelet Marongge dilakukan. Terkadang, pengunjung mencapai ratusan orang. Bahkan suatu kali pernah mencapai seribu orang ketika Jumat kliwon bertepatan dengan bulan Maulud.

Mbah Gabug
Mbah Gabug adalah wanita ayu asal Mataram yang bermukim di Kampung Babakan, dekat Keramat Marongge sekarang. Di sanalah Mbah Gabung dahulu tinggal bersama tiga saudara wanitanya, Mbah Setayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Keempat bersaudara ini dianugerahi paras yang ayu. Bahkan kecantikan mereka terkenal ke penjuru negeri. Sehingga tidak sedikit raja, pangeran dan pemuda yang terpikat.
Namun, entah kenapa keempat gadis ayu rupawan ini senantiasa melajang. Dan itu pula yang mengundang rasa penasaran. Tersebutlah seorang raja bernama Gubangkala yang mengutus patih diiringi bala tentara untuk menemui dan melamar paksa Mbah Gabug. Tapi niat buruk itu tercium. Mbah Gabug lalu bersemadi dan mengerahkan segenap kesaktiannya.

Ketika rombongan tiba di gerbang dusun Babakan, mereka semua tertidur karena disirep Mbah Gabug. Tak berapa lama mereka dibangunkan kembali. Sang patih yang congkak, tak menyadari apa yang menimpa mereka dan pasukannya. Ia tetap bersikeras menyampaikan permintaan raja dan meminta Mbah Gabug sudi dipersunting Raja Gubangkala.

Menghadapi kepongahan sang patih, Mbah Gabug tetap tenang. Ia menyatakan bersedia dipersunting Raja Gubangkala, namun dengan satu syarat. Syaratnya adalah Gubangkala sanggup mengembalikan kuku (sejenis buah labu air) yang dibawa arus deras sungai Cilutung yang bermuara di sungai Cideres.
Mendapat tantangan itu, patih kembali menghadap Gubangkala. Sang raja yang angkuh itu pun bersedia meladeni tantangan kekasih hatinya, Mbah Gabug. Di sisi sungai Cilutung, keempat wanita ayu itu menyaksikan kesaktian raja Gubangkala. Mbah Gabug melempar buah kukuk ke sungai dan hanyut dibawa air deras. Gubangkala mengerahkan kesaktian untuk menarik kembali buah kukuk itu sehingga melawan arus.

Namun hingga seluruh kesaktiannya terkuras, buah itu tak kunjung kembali. Ia pun akhirnya mengaku kalah, sambil meminta Gabug untuk menarik buah kukuk yang hanyut itu. Mbah Gabug dengan tenang mengeluarkan lokcan (selendang) yang dijuluki cindewulung itu dan mengibaskannya tiga kali.
Sungguh menakjubkan, seketika buah kukuk yang telah hanyut dibawa arus itu kembali dan akhirnya loncat ke sebuah batu cadas yang berbentuk meja. Hingga kini, batu cadas ini dikenal dengan nama cadas meja dan masih bisa disaksikan di Kampung Parunggawul desa Bonang, Kecamatan Kadipaten, Kab. Majalengka, yang berbatasan dengan lokasi Keramat Marongge berada.

Nama Marongge
Seperti diceritakan kuncen Marongge, Abdul Halim, upaya menaklukkan dan mempersunting Mbah Gabug dan ketiga saudaranya ini terus berulang. Namun mereka selalu menang dan tetap ingin melajang. Konon, itu semua berkat selendang sakti berjuluk Cindewulung. Hingga suatu ketika, Mbah Gabug pergi tanpa pamit. Selama tiga tahun 41 hari Mbah Gabung menghilang.
Ketiga saudaranya mencari-cari hingga sampailah ke suatu hutan lebat. Di sana Mbah Gabug ditemukan dalam keadaan tafakur, bahkan seperti sudah hendak meninggal. Dan pada saat bersamaan, terdengarlah suara gaib. Suara itu memerintahkan tiga adik Mbah GAbung untuk mencari kilaja susu munding (buah mirip melinjo yang bentuknya sebesar pentil kambing). “Buah itu diperuntukkan sebagai obat bagi Mbah Gabug. Mereka pun menemukannya, dan ramuannya diminumkan kepada Mbah Gabug,” tutur Abdul Halim.
Perlahan Mbah Gabug sembuh. Tapi terdengar lagi suara gaib. Kali ini empunya suara memperkenalkan diri dengan nama Haji Putih Jaga Riksa, penunggu Gunung Hade. Kemudian Mbah Gabug menyuruh ketiga adiknya menggali tanah bekas Mbah Gabug dahulu ditemukan terbaring. Setelah selesai, Mbah Gabug masuk ke dalamnya dan memerintah ketiga adiknya untuk menutup lubang dengan rengge (sejenis ranting bambu haur), setelah itu ketiganya disuruh pulang.

Karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan kakaknya, ketiga saudara ini kembali ke tempat itu menjelang tengah malam. Dan mereka sungguh terkejut ketika dari tempat itu terlihat merong (cahaya memancar). Akan tetapi tubuh Mbah Gabug tidak leihatan lagi. Akhirnya nama itu hingga kini disebut Marongge. Berasal dari kata merong dan rengge. Dan sejak itu pula tempat itu dikeramatkan dan dikunjungi banyak orang yang mengalami kesusahan.

Ajian Kukuk
Menurut kuncen Abdul Halim, mendapatkan ilmu pelet Marongge harus dengan mengikuti ritual yang berpuncak pada malam Jumat kliwon. Ritual itu disebut nyacap ajian (cara memperoleh ajian). Biasanya, sejak Kamis siang para peziarah sudah berdatangan. Mereka datang dari berbagai tempat. Menjelang malam mereka melakukan tawasul sambil mengungkap hajat masing-masing di sekitar makam Mbah Gabung dengan dipimpin kuncen.

Saat tengah malam, mereka berbaris dan berjalan menuju Sungai Cilutung. Jaraknya sekitar 400 meter dari makam keramat Marongge. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak melintasi jalan Tolengas-Cijeungjing, menyusuri jalan setapak, hingga mencapai Sungai Cilutung yang lebarnya 50 meter.

Seluruh peserta turun ke sungai yang airnya tidak terlalu dalam. Sambil mandi dan berendam, mereka membaca mantera yang diberi kuncen diiringi ungkapan agar tercapai segala keinginan. Acara berendam ini, kata Abdul Halim, merupakan ritual yang paling penting dalam prosesi mendapatkan ilmu pelet Marongge.
Dan hingga mendekati akhir prosesi, mereka diharuskan melepaskan pakaian dalam, lalu dihanyutkan di sungai itu. Konon, ritual buang pakaian dalam itu sebagai bentuk membuang segala kesialan. Selepas itu, prosesi nyacap ajian ini pun selesai.

Ketika keluar dari sungai, para peserta menganggapnya sebagai memasuki babak baru dalam hidupnya. “Ada semacam semangat dan keyakinan yang tumbuh. Kalau ingin jodoh mereka jadi percaya diri,” ungkap Abdul Halim.
Kabarnya, ketika berada di dalam air itu, seseorang yang beruntung kerap menemukan jodohnya seketika di tempat itu pula. Misalnya, entah kenapa tiba-tiba seseorang baik laki-laki atau perempuan bisa berkenalan dengan pasangannya. Dan selanjutnya mereka pun berjodoh. Wallahu ‘alam bissawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar